Apakah Pemasaran Digital Harus Dengan Media Sosial ?

Facebook
Twitter
WhatsApp

Belakangan terakhir, pemasaran digital sangat sering menggunakan media sosial sebagai media utama. Ketika kita membuka instagram misalnya, setiap kali membuka beranda yang sering muncul adalah akun-akun jualan online. Memang hal itu tergantung pada akun siapa saja yang kita ikuti. Namun terkadang akun-akun biasa juga mendadak berubah memposting produk-produk jualannya. Tidak hanya di instagram, sosial media lain pun juga demikian. Di story whatsapp sekarang pun banyak akun-akun pribadi yang kemudian memposting barang jualannya.

Hal ini tidaklah salah. Namun pertanyaannya, apakah sosial media adalah tempat terbaik untuk melakukan pemasaran digital? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pahami dulu faktor-faktor yang bisa kita pertimbangkan sebelum memutuskan media apa yang paling tepat untuk pemasaran produk kita. Berikut ini tiga faktor tersebut!

PERTIMBANGAN MEMILIH MEDIA DIGITAL MARKETING

Kenapa kita harus mempertimbangkan tiga faktor ini? Jawabannya sederhana, agar pemasaran kita sukses. Pemasaran yang sukses adalah pemasaran yang berhasil mengenalkan produknya dengan baik sesuai target yang direncanakan, pemasaran yang berhasil menarik minat calon pembeli hingga membuatnya melakukan closing sales, hingga pemasaran yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pasarnya. Definisi sukses atau tidak bergantung pada bagaimana target pemasaran yang ditetapkan.

Media pemasaran digital memiliki andil yang cukup signifikan untuk menentukan sukses gagalnya pemasaran itu sendiri. Setiap media memiliki karakteristiknya, inilah yang membuat kita wajib memikirkannya lebih dulu sebelum melakukan eksekusi. Tidak hanya melihat karakter media pemasarannya saja, namun juga mempertimbangkan karakter market yang ditarget, lalu juga bagaimana karakter bisnis dan mengukur batas kesanggupan internal perusahaan.

Variabel-variabel tersebut dapat membantu kita untuk menemukan cara dan tempat promosi terbaik dan paling cocok, baik untuk produk kita dan juga untuk target market kita. Nah, agar lebih tajam pemahaman kita dan tiba meraba-raba bagaimana sih maksud dari variabel-variabel yang disebutkan tadi, yuk kita bahas bersama!

  1. KARAKTER BISNIS

Karakter bisnis ini mengacu pada jenis produk yang akan ditawarkan. Apakah produknya berupa barang atau jasa? Jika barang, barang seperti apa yang dijual? Barang yang segar namun tidak tahan lama, atau barang yang tahan lama? Jika menjual jasa, jasa seperti apa yang diberikan? Apakah jasa sekali pakai atau kontinyu? Apakah jasa yang ditawarkan terbatas zona wilayah tertentu ataukah tidak? Semua pertanyaan ini harus kita jawab hingga spesifik. Karena setiap tempat pemasaran, baik itu sebuah market place, sosial media ataupun website, kesemuanya memiliki karakteristiknya masing-masing.

Misalkan saja, kita menjual produk makanan segar gado-gado, namun dipasarkannya di website. Tentu kurang efektif efisien karena makanan seperti gado-gado cukup sulit untuk menjangkau jarak kirim yang terlalu jauh. Sedangkan jangkauan website bisa jauh lebih besar, bahkan melampaui batas negara.

Selain karakter produk kita, pemahaman mengenai karakter media pemasaran juga penting. Setiap media memiliki pasarnya masing-masing. Memang, tidak dipungkiri media sosial menjadi tempat yang paling serba bisa, namun kita juga butuh mencari tempat yang lebih tepat sasaran.

2. MARKET

Market adalah siapa yang kita target sebagai pembeli produk kita. Jika melakukan segmentasi berdasarkan demografi, maka kita bisa menggolongkan berdasarkan usia pasar, jenis kelamin pasar dan juga pekerjaan. Kita pun bisa melakukan penggolongan dari segi wilayah pasar. Siapa pasar yang kita target sebagai pembeli ini sangat mendasar, karena dengan pijakan inilah kita akan melakukan serangkaian strategi pemasaran agar produk kita bisa dikenal dan menarik untuk pasar yang tepat.

Media sosial pun juga berbeda-beda karakter penggunanya. Contohnya facebook lebih didominasi orang-orang dewasa dan kebanyakan sudah berkeluarga, sedangkan instagram cenderung digandrungi kaum muda.

Apakah target market kita lebih sering menggunakan media sosial daripada website dan marketplace? Ataukah sebaliknya? Media apa yang paling sering dan mudah untuk mereka akses? Pertanyaan-pertanyaan ini pun juga butuh kita pecahkan untuk mencari tahu tempat terbaik yang paling tepat sasaran dalam memasarkan produk kita secara digital. Karena jika asal saja, kita akan rugi banyak namun tak menghasilkan apapun.

3. KEMAMPUAN INTERNAL  

Variabel ketiga adalah kemampuan internal perusahaan kita, baik dari segi kemampuan, perangkat atau akses ke media tertentu, biaya dan juga waktu. Setiap media pemasaran memiliki dinamikanya masing-masing, tak terkecuali media sosial. Dinamika itu datang dari berbagai hal, misal layanan penyedia medianya, karakter penggunanya, tingkat kerumitan transaksinya, tingkat persaingannya, sistem promosi dan administrasi yang berbeda-beda juga, termasuk dengan pajak dan mungkin pungutan yang diminta. Perbedaan ini menuntut kefokusan pada setiap media tersebut. Agar hasilnya maksimal, strategi yang dipakai seharusnya berbeda juga. Oleh karenanya kita perlu mengukur bagaimana kemampuan dan kapasitas internal perusahaan.

Jadi, Haruskah dengan Media Sosial? Jawabannya sudah jelas. Tidak harus. Kita bisa melakukan observasi dan menimbang-nimbang lebih dulu media mana yang paling cocok, efektif dan efisien untuk bisnis kita baru kemudian memutuskan akan menggunakan media apa.

admin

admin

Leave a Replay

Follow Us

Recent Posts

About Me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Weekly Tutorial

Sign up for our Newsletter

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit